Kamis, 07 Februari 2013

Balqis Vs Influenza

Selayaknya bayi yang kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna, Balqis mudah terserang penyakit. Selama 11 bulan usianya sejauh ini, Balqis sudah 3 kali terserang flu. Flu yang pertama dengan disertai batuk, saya langsung membawanya untuk berobat ke bidan yang biasa menangani Balqis sejak masih di dalam kandungan saya. Saya termasuk orang tua yang mudah panik terutama saat Balqis terserang batuk, karena saya sangat khawatir bila Balqis ternyata mengidap asma seperti saya yang setiap terserang batuk pasti asma kambuh dan menjadi sulit sekali bernafas. Bersyukur saat itu Balqis dinyatakan tidak mengidap asma seperti saya, dan semoga seterusnya dia terbebas dari segala penyakit apapun. Amin YRA.
Saat diperiksa DSA

Influenza yang kedua terjadi beberapa hari setelah Balqis berenang untuk pertama kalinya, saya sebenarnya tidak yakin Balqis terserang flu karena berenang, setahu saya saat itu sepupu Balqis yang biasa bermain bersama Balqis terserang batuk sehingga kemungkinan besar Balqis tertular olehnya. Saat Balqis terserang batuk pilek untuk kedua kalinya membuat dia tidak bisa tidur semalaman, saya panik bukan main. Saya ingin Balqis segera sembuh dan bisa beristirahat seperti biasanya. Rasanya tidak tega melihat dia susah payah mengeluarkan dahak sampai muntah-muntah, ditambah lagi hidungnya yang mampet membuat Balqis enggan minum susu. Saat itu saya langsung bergegas membawanya ke DSA untuk diobati, sebenarnya saya ingin membawanya ke bidan seperti biasa, hanya saja bidan tersebut buka praktek di waktu malam, dan saya sangat terburu-buru untuk mengobati Balqis, sehingga pagi itu juga setelah semalaman tidur Balqis terganggu, saya langsung memeriksakannya ke DSA. Selang beberapa hari kemudian Balqis sembuh total.

Lalu influenza yang ketiga ini juga menyerang setelah Balqis berenang, untuk yang satu ini saya yakin flu tersebut akibat berenang karena Balqis berenang di hari Minggu dan mulai flu pada hari selasa. Selain itu juga saat Balqis terserang flu banyak juga anak-anak kecil yang terserang flu, cuaca memang sedang tidak bersahabat dan berpengaruh buruk buat kesehatan anak-anak. Flu yang ketiga ini meyerang tanpa batuk, hanya hidung Balqis tersumbat beberapa hari akibatnya Balqis susah sekali minum susu dan saya kembali panik -__-

sedang diterapi uap
Saya kemudian teringat metode terapi alami untuk mengatasi hidung tersumbat pada bayi, yaitu dengan meletakkan air panas yang telah ditetesi minyak kayu putih atau minyak telon di dekat tempat tidur bayi sehingga bayi bisa menghirup udara hangat dari larutan tersebut dan bisa melegakan pernafasannya. Ternyata terapi yang saya lakukan berhasil, tapi seiring dengan penurunan suhu larutan tersebut hidung Balqis kembali tersumbat dan saya harus mengulangi terapi tersebut dari awal. Dan tak lupa juga saya mengolesi dada dan punggung Balqis dengan balsem lembut khusus bayi untuk membantu melancarkan pernafasannya.

Tersumbatnya hidung Balqis dalam dua hari membuat saya kalang kabut, padahal saya telah memberi obat tetes hidung seperti yang disarankan DSA pada teman saya yang anaknya juga menderita hidung tersumbat, tapi lendir dalam hidung Balqis tak juga keluar dan Balqis tetap saja sulit bernafas. Saya kemudian berunding dengan suami saya untuk memeriksakannya ke DSA langganan saya, saya sudah menyiapkan mental apabila nantinya akan dilakukan section di hidung Balqis untuk mengeluarkan lendirnya. Tapi saat itu antri pasien di DSA tersebut sangat panjang, saya tak ingin Balqis malah rewel sehingga saya urungkan niat saya untuk memeriksakan Balqis.

Yang saya lakukan kemudian untuk menyembuhkan flu yang Balqis derita adalah dengan rutin memberinya makan pepaya yang setelah saya browsing di google kadar vitamin c-nya lebih tinggi daripada jeruk. Selain memberinya pepaya, saya juga membiasakan Balqis menghirup uap panas setelah mandi agar penyumbatan di hidungnya berkurang. Tak lupa juga saya menjemur Balqis di bawah sinar matahari pagi agar proses penyembuhannya berlangsung cepat. Alhamdulillah tidak sampai seminggu Balqis bisa sembuh total dari flu TANPA DIBERI OBAT APA-APA. 
Enggan tersenyum saat sakit

Semoga nantinya kekebalan tubuh Balqis berkembang sangat kuat untuk melindungi Balqis dari segala macam penyakit agar tidak terlalu banyak obat yang Balqis konsumsi untuk melawan penyakit tersebut. Karena obat-obatan pun tidak terlalu baik dampaknya pada kesehatan bayi, alangkah baiknya bila bayi tersebut bisa sembuh dengan sendirinya karena telah memiliki sistem imun yang kuat walau memakan waktu yang relatif lebih lama bila dibandingkan dengan bayi yang diberi obat-obatan.

Jumat, 25 Januari 2013

Sesi Foto Pertama dengan Awan Photography

Sudah sejak lama saya merencanakan sesi foto pribadi khusus Balqis, dulu saya pernah menceritakan bahwa saya pernah sesi foto saat hamil Balqis dalam postingan Dia Mulai Tertanam. Saya menunggu hingga dia bisa duduk tegap sempurna, meski mamah menyarankan saya berkali - kali untuk memotret Balqis di studio saat dia sudah bisa tengkurap, saya tetap tak bergeming. Foto di studio itu sudah kuno, memotret bayi semacam itu sudah ada sejak saya bahkan kakak - kakak saya bayi, tradisi ibu - ibu jaman mamah saya muda, lagipula apa menariknya anak tengkurap? Yang saya tahu, pose standar bayi - bayi sebaya saya dulu saat dipotret adalah tengkurap sembari bugil. iya, BUGIL! Masih kecil sudah pornoaksi... Beruntung saya dulu dipotret masih mengenakan pakaian walau hanya sekedar singlet dan celana dalam.

Yang saya inginkan untuk Balqis adalah sesi foto bertema, lalu saya mulai berfikir lokasi yang tepat untuk itu, saya rasa sesi foto di hutan seperti biasanya sudah sangat pasaran, lagipula tidak cocok untuk sesi foto balita. Balqis harus difoto dalam ruangan, tapi rumah siapa?
Untung kakak suami saya baru saja merenovasi rumahnya, beliau menambahkan satu lantai lengkap dengan balkon yang minimalis. Sangat cocok dengan tema sesi foto Balqis. Kemudian saya minta ijin pada beliau untuk "meminjam" rumahnya sebentar sekedar untuk berfoto - foto.

Ijin sudah didapat, saya pun menentukan hari dan membuat janji dengan sang fotografer langganan saya. Kami pun sepakat menjadwalkan sesi foto Balqis pada hari kamis, saya sengaja minta pagi - pagi sekali pada beliau karena lewat dari jam 9 pagi, Balqis pasti sudah kehilangan mood nya karena mengantuk.


Sesi foto pun dimulai pukul 7.30 pagi, kami mempersiapkan setting tempatnya, meletakkan semua boneka di atas karpet di pojok balkon sesuai arahan sang fotografer. Balqis hanya melongo, meski telah digoda tetap tidak tertawa. Tentu saya tidak ingin foto - foto Balqis hanya berisi ekspresi datar dia tanpa ada senyum centilnya seperti biasa. Saya pun teringat betapa sukanya Balqis pada musik, lalu saya memutar lagu - lagu kesukaan Balqis yang biasa saya putar di rumah. Dan ternyata berhasil membuat Balqis tertawa, walau jarang tersenyum sembari melihat kamera.

Saya sampai kasihan pada fotografernya, keringat bercucuran tanda lelah meminta Balqis untuk tersenyum. Beliau bilang, memotret anak itu gampang - gampang susah. Pasti, saya bilang. Apalagi Balqis termasuk anak yang tidak mudah akrab pada orang asing, mungkin dia selalu tersenyum ceria bila difoto memakai kamera ponsel karena dia tahu yang memotretnya adalah saya atau Abinya. Sehingga saat harus bertemu dengan sang fotografer yang asing baginya, dia jadi sedikit menutup diri. Tapi saya salut pada fotografer tersebut, dia sangat telaten memotret Balqis yang moody, bahkan dia tak segan berjoged - joged ala penari ular demi mendapatkan senyum ceria Balqis.

Dan hasilnya?? Sangat banyak yang memuji foto - foto Balqis. Teman - teman saya bahkan ingin mengikuti jejak saya membuat sesi foto untuk balitanya. Semacam plagiat memang! :D just kidding!
Komentar pertama mereka saat melihat hasil foto sesi Balqis adalah "Foto di studio mana nih?"
dan saya hanya bergumam dalam hati.... "hmmm.... studio.... kuno sekali pemikirannya! ^_^

Kamis, 24 Januari 2013

Pengalaman Pertama Naik Odong - Odong

ekspresi gugup Balqis

Pasti dalam benak ibu - ibu yang baru memiliki bayi tak sabar ingin melihat kegembiraan anaknya saat naik odong - odong, begitulah yang saya rasakan. Setelah Baqlis menginjak usia 8 bulan dan sudah duduk tegap, saya mulai merencanakan untuk mengajaknya naik odong - odong. Permasalahan yang saya hadapi yaitu, odong - odong keliling sudah jarang lewat di sekitar komplek sehingga saya harus pergi ke alun - alun, dimana disana memang pusatnya odong - odong mangkal. Dan mereka hanya mangkal di waktu malam, sedangkan Balqis adalah bayi istiqomah yang tidur malamnya selalu tidak pernah lewat dari jam 7 setiap hari. Bingung? PASTI! Rasanya mustahil mengajak Balqis naik odong - odong :'(


Hingga pada suatu malam, Balqis masih "terang benderang" sampai jam 7 lewat. Saya langsung ambil jaket dia, dan dengan sigap meminta suami untuk mengantar kami ke alun - alun. "Malam ini harus bisa naik odong - odong" pikir saya waktu itu. Ternyata benar, sampai di alun - alun masih belum ada tanda - tanda ngantuk pada Balqis, saya pun langsung menuju stand odong - odong dan voilaaaaa..... Balqis pun naik odong - odong!!

Awalnya dia terlihat gugup, susah mengimbangi gerakan odong - odong yang naik turun. Lama kelamaan dia mulai terbiasa dengan ritmenya dan mulai menikmati lagu - lagu yang diputar mamangnya. Menikmati odong - odong terbilang cukup murah, hanya Rp. 500 per lagu. Dan Balqis malam itu naik odong - odong hingga 10 lagu ^_^ modal goceng sudang bikin Balqis seneng.