Selasa, 17 Maret 2026

Hampir 11 Tahun

Orang - orang bilang "time will heal" tapi apa bisa disebut sembuh jika saya masih nangis jika teringat akan Balqis. Mereka bilang "ya sudah lupakan saja" ya memang semudah itu jika hanya berucap, bahkan otak saya pun menyetujuinya. Namun hati ini tidak sepakat.

Sudah berusaha untuk tidak melihat foto - fotonya lagi, tapi hati berkata rindu. 

Mungkin Balqis sudah SMP kelas 8, mungkin Balqis jadi agak langsing dikit, mungkin Balqis jadi galak ke adek - adeknya yang agak lasak. Mungkin dan mungkin sampai saya stop sendiri pemikiran menuju gila itu. Hari ini rasanya sangat berbeda, hasil scroll tiktok kemudian menemukan template capcut yang bercerita merindukan orang yang sudah tiada, iseng ikut - ikutan buat dengan foto Balqis, hasilnya nangis sendiri, mental breakdown sendiri. Mungkin hidup kalo lurus saja dirasa kurang tantangan menurut otak saya, akhirnya hati juga yang jadi korban.

Sedih, nangis, buat story caper - caper dikit, menyesal dan capek akhirnya balik lawak lagi. Siklus emosi yang kadang saya sendiri kurang paham arahnya kemana, meski selalu ada saja cara untuk meregulasinya sampai berada di titik dimana saya berkata "oke, saya sudah tenang"

Menonton film dengan segelas minuman dingin seperti sebuah pelarian, atau bisa saya sebut jalan menuju penyembuhan sementara. Luka kehilangan Balqis begitu dalam di hati, meski Alexa bilang "umma jangan sedih, kan ada adek" tapi rasa sakitnya itu seperti melekat sekali dan sering muncul tiba - tiba. Bukan karena tidak bersyukur, saya hanya insan rapuh yang sedang mengusahakan kebahagiaannya.

Jika ditanya seberapa gagal move on kamu dalam perkara ini, saya jawab bahkan melihat namanya tertulis merah di aplikasi jaminan kesehatan saja hati saya sakit. Saya mengandungnya selama 9 bulan tidak untuk ditinggalkan olehnya dengan keadaan seperti ini. Namun jika yang lebih punya hak ingin memintanya kembali, saya hanya bisa melepaskan meski sakit sampai tersungkur. Mungkin Balqis terlalu indah dan manis bagi dunia yang susah ditebak ini. 



Senin, 14 November 2022

Inisial R Memang Meresahkan

Di usia 6 tahun, pertemanan Jibril sudah semakin luas. Yang dulunya hanya sebatas bermain dengan sepupu, sekarang mulai bermain dengan teman sekolah yang jarak rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah mamanya (kakak saya). Mengenal teman - teman baru berarti juga belajar mengenali karakter mereka, ada yang suka nangis, suka mengganggu dan suka menghasut. Jibril juga tipe anak yang selalu bercerita tentang kegiatannya bersama teman - temannya. Sampai suatu saat fokus saya tertuju pada satu nama, sebut saja si R. 


Jibril selalu bercerita tentang R yang tak jarang berkata kotor, saya berusaha untuk menasehati bahwa kata - kata itu tidak baik untuk diucapkan dan malah membuat orang sekitar tidak suka pada yang mengucapkan. Tidak sampai disana saja, si R juga sering mengatakan hal yang menjadi kekurangan Jibril, baik kekurangan fisik ataupun tentang keluarga. Sekali lagi saya berusaha untuk meyakinkan Jibril bahwa kekurangan fisiknya bukanlah sesuatu hal yang harus membuat dia malu, kekurangan fisiknya akan menjadi kelebihan suatu hari nanti. 

Dan mungkin hal tersebut dia sampaikan pada si R saat si R mulai mengolok - olok dia, sehingga pada suatu ketika Jibril bilang kepada saya "Umma kata si R bohong" saya pun bertanya kepada Jibril, saya bohong tentang apa. Jibril menjelaskan apa yang dimaksud bohong oleh si R. Saya pun memegang pundak Jibril sambil berkata "Kakak ga usah dengerin kata si R, Umma apa pernah bohong sama kakak?" Jibril pun menggelengkan kepala.

Tidak berhenti sampai disitu, Jibril suatu saat pernah bercerita bahwa sepulang sekolah saat bermain sama si R dia menangis karena telah dipukul oleh si R. Saya pun bertanya, "sudah kakak balas pukulannya?" Jibril menjawab sudah tapi si R malah membalas memukul bagian belakang kepalanya, dan hal tersebut yang membuat dia menangis.

Kemudian saya bilang pada Jibril

"kakak boleh nangis kalo lagi marah, sedih, kecewa, gpp kakak nangis. Tapi jangan di depan temannya ya, apalagi di depan teman yang sudah jahat sama kakak. Di depan mereka kakak harus keliatan kuat, kakak pulang dan nangis di rumah mamah. Karena kalo kakak nangis di depan teman kakak yang sudah jahat sama kakak, dia pasti akan semakin jahat sama kakak, karena menganggap kakak lemah dan lucu gampang nangis"

Mendengar saya menasehati Jibril seperti itu, Abinya mendekat dan bertanya pada Jibril, kenapa dia tadi nangis. Jibril pun menjelaskan kepada Abinya, dan Abinya mulai memberi petuah khas bapak - bapak, yaitu CARA MEMBALAS PUKULAN TEMAN DENGAN BAIK DAN BENAR, sembari dia bilang "ga perlu nangis, balas dia, pukul terus seperti ini jangan berhenti sampai dia yang nangis" 😄 luar biasa!

Dan tadi pagi saat Jibril siap - siap berangkat sekolah, dia cerita bahwa kata si R, Jibril ga punya kakak perempuan. Saya jawab "loh kan kakak punya mbak Balqis" kemudian Jibril bilang "tapi kata si R, mbaknya ga hidup" dan saya pun bilang pada Jibril, meski sudah meninggal tapi Balqis tetap kakak perempuan Jibril. Karena saya jadi baper, saya pun bercerita pada Aries tentang perkataan si R, dan saya juga gemes pengen ketemu si R buat nasehatin dia agar berhenti berbicara seenaknya pada Jibril. 

Aries kemudian mengatakan bahwa tidak perlu saya turun tangan, karena anak seusia Jibril harus belajar mengenal karakter teman dan cara mengatasi teman semacam si R sendiri. Karena menurut Aries, jika Jibril saya bantu dan saya beri kemudahan dalam mengatasi masalah saat ini, dia tidak akan berkembang secara emosional dan sosial, kelak saat dia besar dia akan bertemu orang - orang dengan karakterisitik yang komplek dan bisa jadi mengalami pertentangan dengan mereka. Jika tidak dilatih sejak dini, maka Jibril ditakutkan akan jadi anak yang cupu dan lari dari masalah.

Benar - benar bijak perkataan Aries tadi, namun di depan Jibril ternyata nasehatnya berbeda.

    "si R bilang apa sama kakak?" tanya Aries

    "kakak ga punya mbak katanya" jawab Jibril

   "kamu tanya balik sama si R ya, mamamu mana? kamu tuh ga punya mama" kata Aries dengan mimik wajah yang tengil 🙈

FYI, mamah si R bukan meninggal tapi kabur.

Dan sorenya saya seperti biasa bertanya pada Jibril tentang kegiatan dia di sekolah dan saat sepulang sekolah, Jibril bercerita bahwa tadi bermain dengan R sepulang sekolah dan R kembali membully dia, dan saya bertanya bagaimana respon dia saat dibully si R. Jibril menjawab 

kakak goyang - goyangkan kepala si R sampe si R nangis terus kakak kabur.

Aries yang mendengar jawaban Jibril langsung mengacungkan jempol sembari bilang "baguuuuus, sip kakak" 😎👍

Terlihat jelas perbedaan seorang ibu dan ayah dalam mendidik anak 😅 Seorang ibu akan selalu jadi penenang dan tameng saat si anak mendapatkan masalah, tapi seorang ayah akan mengajarkan cara melawan, berjuang, dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi masalah

Jumat, 25 Maret 2022

My Baby Blues Syndrome



Saya rasa para ibu sudah tidak asing saat mendengar istilah Baby Blues Syndrome atau dikenal juga dengan Postpartum Blues. Syndrome yang menyerang psikis wanita beberapa minggu pasca melahirkan tersebut pernah saya alami setiap sehabis melahirkan. Tiga kali saya melahirkan dan tiga kali pula saya merasakan syndrome tersebut menyerang saya, saya belum sempat mendapat pertolongan atau pengobatan medis dan memang saat itu saya sekedar self diagnosed hanya berdasarkan apa yang saya rasakan dan hasil browsing setelah saya merasa sembuh dari syndrome tersebut. 

Anak pertama
Saat melahirkan anak pertama saya, yaitu Balqis, saya merasakan dunia saya benar - benar berubah. Saya seperti berada dalam persimpangan antara tidak siap melakukan rutinitas sebagai ibu baru tapi saya juga bahagia dan menginginkan punya bayi setelah setahun menunggu. Hal mendasar yang saya keluhkan adalah rasa capek, merasa sangat sendiri, merasa tidak punya waktu untuk diri saya sendiri. Memang peralihan antara saya yang dulu terbiasa tidur kapan saja, bisa pergi kemana saja, harus terpaksa berganti menjadi tidur sesempatnya, dan perjalanan terjauh saya hanya sebatas ke bidan atau dokter untuk kontrol jahitan dan kondisi Balqis.

Sangat banyak tekanan yang saya terima pasca melahirkan Balqis membuat hampir setiap sore saya menangis tanpa alasan, saya hanya menangis dengan pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal. Aries memang ada dan sangat membantu saya pasca saya melahirkan, dia benar - benar suami siaga yang rela ikut begadang dan meluangkan waktunya untuk menguatkan saya. Tapi memang otak saya yang bermasalah dalam mencerna situasi baru ini, ditambah banyak mitos soal pantangan makanan dan beberapa hal yang membuat saya tidak nyaman dengan kondisi saya. 

Sekitar sebulan pasca melahirkan Balqis, saya kembali tinggal berdua dengan Aries di rumah kami sendiri, dan kondisi mental saya berangsur pulih. Saya mulai terbiasa dengan rutinitas baru saya sebagai ibu, dan beberapa hal yang dilarang menurut pandangan mitos akhirnya saya langgar, terutama untuk urusan makanan. Saya makan apapun yang membuat saya tenang dan bahagia. 

Senin, 03 Januari 2022

Berkunjung ke Makam Balqis

Pagi tadi sepulang sekolah, saya sempatkan untuk mengajak Jibril mampir ke makam Balqis. Sebenarnya dia sudah beberapa kali mengunjungi tempat itu, tapi saat itu hanya sekedar menemani Aries saja tanpa dijelaskan apapun. Memang dari dulu kami sudah sering memberitahunya bahwa dia punya seorang kakak perempuan yang tidak bisa berkumpul dan bermain dengannya, dan setiap saya tanyakan kepada dia mbak Balqis ada dimana, dia selalu menjawab ada di kuburan. Entah dia sudah paham bahwa kakaknya sudah meninggal atau hanya menganggap Balqis tinggal di kuburan.  

Sesampainya saya dan Jibril di makam Balqis, kami pun berdoa sembari membaca surah Al fatehah, kemudian terjadi percakapan antara saya dan Jibril yang agak lucu sekaligus sedikit membuka kembali luka lama saya.


Jibril    : "Mbak Balqis disini apa?" (menunjuk tanah kuburan)

Saya    : "Iya disitu"

Jibril    : "Dikubur?"

Saya    : "Iya"

Jibril    : "Mati apa?"

Saya    : "Meninggal kak, kalo yang dibilang mati itu hewan"

Jibril    : "Ketabrak apa?"

Saya    : "Sakit kak"

Jibril    : "Sakit apa emangnya?"

Saya    : "Demam"

Jibril    : "Kalo sakit itu diobatin bukan dikubur"


Saya sebenarnya ingin menjelaskan kepada Jibril bahwa betapa saat itu saya dan Aries berusaha untuk menyelamatkan Balqis, tapi tidak terasa suara saya mulai bergetar dan mata mulai berkaca - kaca. Entah meski sudah berlangsung cukup lama tapi kejadian itu masih sangat melekat di ingatan saya. Peristiwa yang sangat membuat hati saya hancur dan dunia saya gelap. Saya masih tidak kuat untuk menceritakan meski hanya secara garis besarnya saja kepada Jibril. Jadi saya memilih diam dan mulai mengalihkan pembicaraan pada Jibril

Suatu saat akan saya jelaskan secara detail kepada dia tentang kepergian kakaknya, masih saya ingat dengan jelas diagnosa awal dokter, hasil tes darah lengkap Balqis dan klaim dokter tentang penyebab kematian Balqis yang saya konfrontir berujung debat dengan dokternya. Tapi apapun yang menyebabkan Balqis pergi untuk selamanya, Jibril dan Alexa harus paham bahwa itu semua sudah menjadi kehendak Allah, seperti yang selalu saya yakini dan tanamkan dalam pikiran saya agar saya tidak terus - menerus merasa bersalah dan menyalahkan siapa - siapa.

Kamis, 30 Desember 2021

My Breastfeeding Journey

Saya dulu gagal dalam memberi Balqis ASI, saat itu saya kurang edukasi tentang ASI dan menganggap memberikan susu dalam botol kepada bayi secara terus menerus tidak berdampak jelek pada proses menyusui. Balqis hanya mendapatkan ASI selama kurang lebih 3 bulan, selanjutnya dia minum susu formula sampai berat badannya berlebihan.

Stok ASIP Alexa sebelum dipindah ke Freezer khusus

Untuk Jibril saya mulai mengusahakan ASI secara maksimal, meskipun tetap kurang rajin memerah ASI dan hasilnya JIbril tidak punya stok ASIP (ASI Perah) selama saya tinggal kerja. Jujur saya sempat iri melihat teman kerja saya yang stok ASIPnya banyak, tapi saya berbesar hati, setidaknya anak kedua ini bisa saya beri ASI sampai usia 22 bulan. Memang Jibril tidak genap diberi ASI sampai 2 tahun karena saat usianya 20 bulan, saya sudah hamil lagi dengan kondisi kesehatan yang kurang baik. Atas saran dokter kandungan, saya diminta untuk berhenti menyusui untuk menjaga asupan nutrisi janin dalam kandungan saya dan agar kondisi kesehatan saya bisa membaik. 

Setelah Alexa lahir, saya mulai lebih rajin lagi untuk memompa ASI. Saya pun membeli pompa ASI elektrik agar tangan tidak lelah, saya juga mulai mengatur mood dan mencari cara agar selalu terhindar dari stress. Karena yang saya tahu dan sudah saya buktikan sendiri bahwa jika ibu sedang stress maka berpengaruh pada kuantitas dan kualitas ASI. Saat saya bekerja dengan durasi antara jam 7 pagi sampai jam 2 siang, saya bisa memompa ASI sampai 3 kali. Kebetulan juga saya mendapat jatah untuk pulang menyusui Alexa tiap jam 9. Jadi saya sempatkan untuk memompa pada jam 8 pagi, jam 11 dan jam 1 siang.

Saya bukan tipe ibu yang produksi ASInya sampai tumpah - tumpah, dalam sekali perah rata - rata hanya mendapatkan 100 ml ASI. Tapi saya benar - benar memperjuangkan apa yang menjadi hak Alexa dan alhamdulillah stok ASIP untuk Alexa sangat banyak sampai saya butuh sebuah freezer khusus karena freezer kulkas dua pintu saya sudah tidak cukup. Bahkan saya menawarkan ke beberapa orang untuk menjadi penerima donor ASI saya, meski karena beberapa hal akhirnya terjadi penolakan dan ada juga yang sudah menerima ASIP tetapi tidak diminumkan ke bayinya. Qadarullah, Alexa tidak punya saudara sepersusuan.

Sejak awal pandemi saya terpaksa harus mengajar dari rumah, maka waktu bersama Alexa menjadi lebih banyak. Saya sudah tidak lagi memerah ASI dan lebih memilih untuk menyusui Alexa secara langsung. Stok ASIP di kulkas pun mulai berkurang dan hanya tersisa beberapa kantong saja yang enggan saya buang. Entah rasanya susah harus membuang stok ASIP mengingat perjuangan dalam menyuplai ASI yang tak jarang menguras emosi, tenaga, waktu dan materi.
Stok ASIP Alexa dalam freezer khusus ASIP

Bulan depan Alexa genap berusia 3 tahun dan sampai saat ini masih menyusui, saya masih proses sounding agar dia mau berhenti menyusui. Mungkin karena dia anak terakhir dan saya masih merasa bersyukur sekali dengan ASI yang bisa saya produksi untuk dia sehingga dia tidak saya sapih saat usia 2 tahun seperti anak - anak lainnya. Tetapi saya sangat berharap Januari besok dia bisa berhenti menyusui tanpa drama apapun.

Jumat, 29 Oktober 2021

Nice to meet you, Covid !

 Hey there..

Saya menulis lagi setelah dua tahun blog ini saya abaikan. Tulisan kali ini bukan tentang Jibril atau Alexa, tapi tentang saya yang harus terpaksa berkenalan dengan sebuah penyakit yang sempat saya takutkan.

Saat akhir 2019 seluruh negara dilanda pandemi yaitu penyebaran Covid 19, penyakit yang menyerang pernafasan dan memakan banyak korban. Saya sebagai penderita asma dan seorang ibu dengan anak yang juga menderita asma sangat ketakutan terhadap penyakit ini. Sempat terlalu khawatir dan sangat risih berdekatan dengan banyak orang akibat pikiran buruk saya yang penuh curiga bahwa orang - orang tersebut membawa penyakit atau carrier. Di lain sisi saya juga berfikir bahwa sebenarnya kita hanya menunggu giliran tertular saja, mengingat semakin banyak orang di sekitar saya yang terpapar penyakit tersebut.

Dan ternyata benar...

Berawal dari Jibril yang demam saat Sabtu sore, tapi menjelang malam temperaturnya normal dan dia baik - baik saja. Disusul Alexa yang demam keesokan harinya, tapi hanya berlangsung sehari dan suhu tubuh dia kembali normal seperti sedia kala. Kemudian pada Selasa sore, tepatnya saat libur Idul Adha, saya mulai tidak enak badan dan demam ringan selama dua hari. Keluhan yang saya rasakan saat itu  adalah nyeri badan yang tidak wajar, saya pikir saya hanya kurang istirahat. Kamis pagi kondisi saya membaik, saya sudah mulai mengajar secara online dan juga beraktifitas seperti biasa. Keesokan harinya penciuman dan perasa saya mulai kurang peka, dan Sabtu pagi hilang total. Saya beranikan diri untuk melakukan swab test sore harinya. Dan ternyata benar positif covid.

Perasaan saya saat itu antara sudah menduga bahwa hasilnya pasti positif dan bingung takut mati konyol karena covid. Saya mulai bertanya pada beberapa teman yang kebetulan tenaga medis, apa yang harus saya lakukan agar gejalanya tidak parah. Beruntung teman - teman saya sangat supportif, saran vitamin dan obat dari mereka yang dirasa perlu, langsung saya beli. Selama di rumah saya tetap memakai masker rangkap untuk mencegah penularan kepada Aries dan anak - anak. Meskipun kemudian saya mulai berpikir bahwa anak - anak sudah terlebih dahulu terpapar tapi tidak terdeteksi karena mereka tidak melakukan swab test.


Saya mulai berfikir positif dan tetap tenang, selama kondisi anak - anak sehat dan saya juga baik - baik saja, maka isolasi mandiri yang harus saya jalani tidak akan sulit untuk dilalui. Beruntung saya punya seorang suami yang luar biasa. Aries adalah pahlawan bagi keluarga ini, dia yang selalu sigap mengurus anak dan memenuhi semua kebutuhan nutrisi (baca: jajan) saya selama isoman. Saya juga dikelilingi oleh teman - teman yang sangat peduli. Tiap hari selalu saja ada kiriman makanan, vitamin, dan ramuan herbal untuk kesembuhan saya. Sempat saya berfikir, selama ini saya dikenal judes tapi kenapa banyak yang peduli pada saya, kenapa mereka repot - repot mengirimi saya segala macam makanan. Saya pun berasumsi positif, mungkin teman - teman saya khilaf menuju iba sehingga tergerak untuk memberikan saya asupan makanan terus menerus.


Selama 13 hari isoman, kondisi saya sangat baik dan stabil, hampir tidak ada batuk dan sesak nafas. Saturasi oksigen saya juga bagus, sebagus kecepatan saya melahap semua kiriman makanan dari teman - teman. Saya sangat bersyukur bisa melalui masa sulit ini dengan dukungan penuh dari orang - orang sekitar. 

Jumat, 15 November 2019

Hey Balqis, sudah 4 tahun kamu pergi


Saya putuskan untuk melanjutkan tulisan di blog ini meski Balqis sudah tiada, karena bagi saya blog inilah wadah untuk menyimpan semua kenangan masa kecil anak saya. kini, 4 tahun berselang sejak kepergian Balqis, saya melanjutkan hidup, Allah satukan kembali hati saya yang dulu pernah hancur sejak ditinggal Balqis, Allah sembuhkan luka jiwa saya dengan menghadirkan dua anak dengan jarak yang berdekatan. Mereka adalah Jibril yang saat ini sudah berusia 3 tahun, dan Alexandria yang sedang menuju usia 10 bulan.

Jibril adalah anak laki - laki yang sangat luar biasa bagi saya, dia hadir saat saya masih dalam duka yang amat dalam, dia adalah jawaban atas doa dan tangisan saya. Dia anak hebat yang saat dalam kandungan setia menemani saya mengunjungi rumah Allah di Makkah, dia yang terpaksa ikut saya berdesak - desakan di hamparan rawdah, dia yang saya harapkan sebagai pengganti Balqis. Meski secara gender berbeda, tapi masyaAllah di usianya yang 3 tahun ini, wajahnya sangat mirip dengan Balqis. Allah benar - benar memberikan pengganti yang sama untuk saya.
Jibril tumbuh dengan segala kelebihan, saya mampu mengusahakan asi baginya sampai usia dia 22 bulan, meski saat itu saya tengah hamil adeknya, Alexandria, saya tetap mengusahakan asi sampai dokter kandungan menyarankan saya untuk stop memberikan asi bagi Jibril, mengingat kondisi saya saat itu kekurangan sel darah merah, dan saya harus menjaga nutrisi dan kondisi saya demi anak yang saya kandung. Dengan berat hati, saya menyapih Jibril, saya sounding dia bahwa bentar lagi dia mau punya adek, dan nenen ini nanti untuk adek. Alhamdulillah berselang satu minggu proses menyapih sukses, Jibril sudah tidak pernah minta untuk nenen lagi. Hak dia untuk mendapatkan air susu ibu sudah saya tunaikan. Berbeda dengan Balqis yang hanya mendapat "jatah" asi 3 bulan saja karena minimnya edukasi saya tentang asi.

Saat usia 6 bulan, Jibril saya beri MPASI (makanan pendamping asi) buatan sendiri (homemade), saya jarang sekali memberinya bubur bayi instan. Jibril juga termasuk bayi "pemakan segala", hampir semua jenis makanan tidak pernah dia tolak. saya jadi sangat semangat untuk memberikan makanan terbaik buat dia, mulai dari salmon, daging sapi, edamame, keju khusus bayi sebagai lemak tambahannya, minyak zaitun juga, semua masuk dan dilahap oleh Jibril. 
Jibril pun tumbuh sebagai anak yang suka sekali makan, sehari dia bisa makan sampai 4 atau 5 kali. Jibril adalah anak yang mudah sekali mengingat sesuatu, entah karena asupan salmon sejak kecil atau karena bakat cerdas dari Ummanya :) 

Dan adek terakhir Balqis bernama Alexandria, biasa kami panggil dengan Alexa. Alexandria adalah sebuah "bonus" dari Allah buat saya dan suami, saya tidak merencanakan kehamilan lagi setelah Jibril karena saat itu usia Jibril baru 20 bulan, tetapi Allah sangat murah hati dengan memperkenankan saya untuk hamil kembali, saya pun sangat berharap kehamilan yang terakhir ini adalah anak perempuan, dalam hati saya masih sangat berharap sosok Balqis hadir kembali.
Saat kehamilan Alexandria sangat banyak ujian dan cobaan, saya sering sakit, bahkan sampai tidak bisa jalan, namun semua rasa sakit itu hilang karena yang saya dapatkan adalah anak perempuan sebagai pengganti Balqis. Alexandria lahir dengan berat badan yang sama persis dengan Balqis, dia tumbuh dengan asupan asi full yang selalu saya perah sebagai bekal dia selama saya tinggal kerja. Dia juga tidak pernah rewel, meskipun Jibril sering mengigau selama tidur, bahkan sampai berteriak - teriak tapi Alexandria masih tetap tertidur pulas dan terkesan bodo amat, persis seperti Ummanya :)
Alexandria juga saya ajarin untuk mengenal segala jenis makanan, setiap pagi saya selalu menyempatkan membuat mpasi sebagai bekal dia di rumah Bunda (budenya). Saat ini usia dia menuju 10 bulan, dia adalah anak yang sangat ceria, dan sepertinya dia mewarisi sifat judes Balqis, terlihat saat kesehariannya, dia tampak kurang "sabar" daripada Jibril.

Beginilah kehidupan saya setelah 4 tahun kepergian Balqis, saya menghabiskan 90% waktu saya untuk dua adek - adek Balqis, si Jibril dan Alexandria. Saya sangat bersyukur, meski kadang masih suka berandai - andai tentang Balqis.
Dear Balqis, Umma masih sangat mencintai kamu meski kita berbeda dunia, semoga kita bertemu dan bekumpul kembali di surga ya nak . . . . 

Selasa, 21 Maret 2017

Seharusnya....

Dear Balqis....
Seharusnya hari ini usiamu tepat 5 tahun, entah di surga kamu bertambah usia atau tidak. Entah bagaimana parasmu kini, apakah masih berbobot 23 kg seperti saat  Allah mengambilmu kembali?
Yang jelas bagaimanapun kamu, Umma sangat merindukanmu....

Dear Balqis...
Seharusnya sekarang kamu menikmati hari - hari menjadi kakak. Bercanda secara langsung dengan adikmu, Jibril. Membantu Umma mengambilkan tisu basah saat adikmu buang air, atau mengambilkan mainan yang tak sengaja dijatuhkan oleh adikmu.

Cintaku... seharusnya tahun ini Umma setidaknya membelikan kamu sebuah kado yang indah. Pasti kamu sudah bisa memilih dan meminta hadiah yang kamu inginkan. Dan kamu tau nak, kado untukmu adalah adikmu. Kado terindah yang tak sempat kamu sentuh dan belai. Umma masih ingat betapa kamu sangat suka bermain dengan "bayi" dan hal yang sering kamu lakukan saat bertemu dengan "bayi" adalah mengelus - elus kakinya.

Tapi bukankah hidupmu jauh lebih indah dan bahagia disana nak, jauh dari omelan Umma atau keusilan Abi. Bukankan Nenek yang sangat memanjakanmu sudah menemani kamu disana? Umma yakin kamu masih sering mengunjungi Umma, hanya saja Umma tidak tau. Mungkin adikmu bisa merasakan kehadiranmu, tapi Umma tidak.

Dear Balqis...
Seharusnya kamu tinggal di rumah yang telah Umma dan Abi buatkan buat kamu.
Umma masih ingat setiap Nenek bertanya "Balqis pulang kemana?"
kamu jawab "ke rumah Abi"
Kemudian Nenek bilang "rumah Abi kan rumah Balqis juga"
Dan kamu selalu menjawab "ndak nek, rumah dadek belom dibikin"
Dan sekarang Umma, Abi dan Jibril tinggal di rumah kamu yang bahkan hanya pernah kamu liat masih berupa lahan kosong. Maafin Umma sayang, semua yang Umma rencanakan ternyata bukan yang terbaik buatmu, Allah punya rencana lain yang jauh lebih indah buat kita. Lagipula bukankah di Surga lebih indah daripada rumah baru kita ini sayang?

Balqisku...
Tetaplah jadi bidadari surga untuk Abi dan Umma, jangan lupakan kami ya nak. Jadilah penolong kami di akhirat kelak. Abi dan Umma ikhlaskan semuanya sayang.. semoga nanti kita berkumpul kembali di Surga-Nya sebagai keluarga utuh. Amin Allahumma amiin...

Selasa, 22 Maret 2016

Happy blessday Balqis

Hari ini tepat 4 tahun yang lalu kamu lahir...

Seharusnya usiamu sekarang genap 4 tahun, dan seharusnya pagi ini kita merayakan ultahmu di TKmu dengan bernuansa film Frozen seperti kesukaanmu
Umma sudah browsing contoh tart bergambar Olaf si manusia salju buat ultahmu hari ini, ga lupa juga kostum ratu Elsa yang akan kamu kenakan nanti di sekolah, kamu seharusnya jadi ratu sehari di ultahmu hari ini

Umma cuma bisa nangis tiap ngebayangin gimana senangnya kamu kalo pake kostum Ratu Elsa, kamu selalu berlenggak lenggok sambil menyanyikan lagu Let It Go dari film Frozen, dan bertingkah seolah2 kamu juga punya kekuatan es seperti Ratu Elsa

Semoga ultahmu di sisi Allah lebih meriah ya sayang, doain adek kamu yg di perut umma ini cewe biar umma bisa kasih nama Elsa, biar kamu makin seneng..

Selamat ulang tahun sayang, semoga nanti kita berkumpul kembali jadi keluarga yang bahagia di surga

Minggu, 06 Maret 2016

Dear Balqis....

Umma minta maaf ya nak...
Sekarang bulan Maret, bulan yg Umma sama Abi tunggu2 karena Umma punya rencana buat ngerayain ultah kamu di sekolah kamu...
Umma sedih kalo inget itu...
Seharusnya kamu disini sama kita, tapi Allah lebih sayang sama kamu...

Sekarang usia adek di perut Umma udah 3 bulan, Balqis pasti seneng kan punya adek?
Umma inget banget tiap bawa kamu nengokin anak teman atau tetangga yg baru lahir, kamu selalu senyum, selalu gemes megangin kaki bayi itu, kamu selalu elus2 pipinya..
Sayang kamu ga bisa nyentuh adek kamu sendiri ya nak... Padahal kamu seneng banget sama adek bayi..
Tiap di jalan juga kalo ngeliat orang gendong bayi, kamu selalu bilang "Umma, bayi tuh umma"

Umma masih belom bisa berhenti nangis tiap inget kamu nak... Tiap hari masih aja nangis... Umma kangen kamu.. Pengen peluk dan gendong kamu lagi

Bukannya Umma ga bersyukur udah hamil lagi, udah mo punya anak lagi, tapi rasanya kamu ga terganti, kehadiran kamu dalam hidup Umma adalah hal terbaik yg pernah Umma rasakan..
Allah memang maha Adil, Allah juga maha mengetahui, mungkin kita ga bisa bersatu disini, tapi semoga kita nanti dipersatukan lagi di Surga, sama Abi, sama adek2 kamu juga sayang...

Umma minta maaf ya sayang..
Sampe sekarang Umma masih belom bisa maafkan diri Umma sendiri, Umma masih ngerasa kalo kamu meninggal gara2 Umma, Umma juga bukan ibu yg tiap saat ada buat kamu, Umma cuma ibu yg doyan marah2, Umma pengen peluk kamu lagi nak...

Umma yakin kamu lebih bahagia disana, maafin Umma yang masih belom bisa nahan tangis, Umma terlalu ngangenin kamu... Maafin Umma nak...

Sabtu, 09 Januari 2016

Lady Balqis to Lady Gaga

Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan tahun 2012 tentang nama Lady Balqis Ufairah yang saya pakai untuk menamai anak saya. Disini saya sedikit menceritakan kembali sejak 2010 saya sangat menyukai sosok penyanyi asal Amerika yang mempunyai nama asli Stephanie Germanotta (kalo ga salah) yang biasa disebut Lady Gaga atau Mother Monster.

Saya pun menambahkan kata "Lady" di depan nama "Balqis Ufairah" yang awalnya diberikan oleh suami saya. Seperti sudah diketahui, dibalik kekaguman saya terhadap penyanyi Lady Gaga, nama Lady juga adalah sebutan atau gelar kebangsawanan dalam kerajaan Inggris.

Sejak 2010 hingga sekitar akhir 2013 saya selalu mengunduh lagu bahkan video musik dari Lady Gaga, namun sejak 2014 rasanya lagu2 Lady Gaga sudah tidak cocok lagi di telinga saya. Hingga di pertengahan 2015 saya kembali mengunduh lagu barunya yang berjudul "Till it happens to you" yang bergenre slow, tidak jejingkrakan seperti lagu biasanya. Saya putar lagu tersebut dengan lagu - lagu lain yang terdapat dalam playlist saya setiap pagi sebelum berangkat kerja. Beberapa minggu kemudian saya harus kehilangan Balqis, kemudian saya lupa rasanya menikmati hidup melalui musik. Hingga saat saya mulai sadar saya harus bangkit, saya mulai rutinitas seperti biasa, memutar lagu di playlist sebelum berangkat kerja. Tiba giliran lagu tersebut diputar, saya langsung menyimak kata demi kata..

Kebetulan sekali lirik lagu ini sangat sangat menggambarkan kondisi saya saat itu. Yang awalnya saya tidak peduli dengan isi lagunya, saya kemudian mulai memaknai liriknya..

Ibaratnya saya bisa numpang curhat melalui lagu ini, maknanya begitu pas dengan hati saya dan kondisi orang - orang di sekitar saya.

Beginilah lirik lagunya....

You tell me "it gets better, it gets better,
in time"
You say I'll pull myself together, pull it together,
"You'll be fine"
Tell me what the hell do you know,
What do you know,
Tell me how the hell could you know,
How! could you know

Till it happens to you, you don't know
How it feels,
How it feels.
Till it happens to you, you won't know
It won't be real
No It won't be real
Won't know how it feels

You tell me "hold your head up"
Hold your head up and be strong
Cause when you fall, you gotta get up
You gotta get up and move on."

Tell me, how the hell could you talk,
How could you talk?
Cause until you walk where I walk,
It's just no joke!

Till it happens to you, you don't know
How it feels,
How it feels.
Till it happens to you, you won't know
It won't be real (how could you know?)
No It won't be real (how could you know?)
Won't know how I feel

Till your world burns and crashes
Till you're at the end, the end of your rope
Till you're standing in my shoes, I don't wanna hear a thing or two
From you, from you, cause you don't know

Till it happens to you, you don't know
How I feel
How I feel
How I feel
Till it happens to you, you won't know
It won't be real (how could you know?)
No It won't be real (how could you know?)
Won't know how It feels

Till it happens to you, happens to you,
Happens to you.
Happens to you, happens to you,
Happens to you ( how could you know?)

Till it happens to you, you won't know how I feel.

Kamis, 10 Desember 2015

Jumat keempat tanpa Balqis

Sudah minggu ke-4 tanpa Balqis...
Dan saya rasanya masih kurang begitu waras

Maaf harus skip cerita saat Balqis menghembuskan nafasnya yang terakhir di ICU, saya belum mampu menguak luka itu lagi.
Disini saya hanya ingin menggambarkan bagaimana segala kerumitan harus saya hadapi dengan tetap santun dan "tidak keminter"

Sudah 4 minggu ini saya menghadapi orang2 berbeda dengan pemikiran yang beragam, baik yang paham agama atau yg tidak, begitu pula yg berilmu maupun yg low educated.
Saya capek, saya berusaha untuk berhenti berandai-andai, saya belajar memahami bagaimana manusia di dunia hanyalah menjalani skenario hidup dari yang Maha Kuasa...

Namun saat saya terpuruk, saat bahkan saya sendiri belum bisa memaafkan diri saya, orang-orang yang seharusnya berempati justru malah berspekulasi. Mereka hanya melihat saya saat saya duduk tegap, mereka tidak tau tiap saat saya memohon-mohon agar tubuh mungil itu bisa kembali saya dekap...

Entah karena mereka terlalu awam, atau bahkan terlalu kejam...
Kalau boleh saya sebut mereka 'nyinyir'

Karena beberapa orang merasa lebih bagus merawat dan mendidik anak,
Beberapa merasa sudah memberi perhatian dan kasih sayang penuh pada anaknya..
Tidak seperti malaikat kecil saya yang sering saya tinggal kerja
Bahkan beberapa lainnya 'mendewakan' rumah sakit atau bahkan dokter tertentu, tanpa mereka sadar siapa sebenarnya sang Maha Pemberi kesembuhan

Saya hanya berfikir, apa jadinya mereka jika berada di posisi saya saat ini? Atau saat dokter menyatakan bahwa anak saya sudah tiada? Apa mereka bisa lebih kuat dari saya? Atau mereka tidak menangis menyesal dan mengasihani diri seperti saya?

Disini saya hanya butuh untuk didampingi, bukan dikasihani, bahkan juga bukan untuk dihakimi

Dan 4 minggu ini, saya masih menjalani hidup layaknya mimpi..

Rabu, 16 September 2015

Bertemu Merak yang Cantik di Applesun Learning Center

Pertemuan keluarga kali ini bertempat di Applesun Learning Center di Kota Batu Malang, lokasinya sangat bagus, pemandangannya pun indah. Selain terdapat ruang pertemuan yang cukup besar serta restaurant, disana juga terdapat penginapan, dan outbond area. Untuk acara pertemuan keluarga semua fasilitas tersebut bisa dinikmati secara gratis bagi para undangan. Jadi saat para orangtua sibuk silaturrahmi dan bercengkrama dengan para saudara, anak - anak bisa bergabung dalam acara outbond yang telah disiapkan lengkap dengan pendamping dan pelatihnya. Khusus untuk outbond, disana juga telah dilengkapi flying fox dan mini trail arena. 

memberi makan merak

Selain sarana yang telah saya sebutkan di atas, di Applesun juga terdapat penangkaran ikan (yang saya kurang tau jenisnya), serta beberapa merak dan musang yang dipelihara dalam kandang. Balqis yang memang belum pernah bertemu merak secara langsung, terlihat sangat bersemangat dan senang melihat hewan yang satu itu. Selama ini dia hanya melihat dan mendengar suaranya melalui permainan puzzle digital di PC Tabletnya. Suara merak yang hampir mirip dengan suara kucing, selalu Balqis tirukan di depan merak tersebut untuk menarik perhatiannya. Balqis juga memberinya beberapa biji - bijian (yang entah dia dapat dari mana) untuk diberikan pada merak tersebut. Dia juga lantas bercerita dan mengoceh tentang merak yang mirip dengan yang dia lihat di puzzle, tak lupa juga dia menyebutkan warna - warni bulu merak dan indahnya bulu merak tersebut.
berfoto bersama di atas wahana flying fox

Selametan tiga tahunan

Saya memang bukan tipikal orang tua yang wajib merayakan ultah anak, bagi saya moment bertambahnya umur lebih baik diisi dengan doa dan sedekah bagi orang sekitar. Memang saya tidak menyangkal bahwa saya pribadi sangat dan sangat menyukai kue ulang tahun, sampai saat ini kurang pas rasanya bila suami atau saya sendiri yang ulang tahun tanpa ada kue ulang tahun untuk ditiup lilinnya. Tapi bila hanya sebatas kue dan lilin tanpa beberapa orang diundang ke rumah dan bernyanyi - nyanyi ala sinetron, saya rasa masih dalam batas wajar ( menurut saya pribadi ). Selain karena banyaknya dana yang harus dikeluarkan, saya juga lebih memilih untuk memberikan atau membelikan sesuatu yang lebih penting bagi Balqis daripada hanya sekedar perayaan ulang tahun.

Dalam tahun ketiganya, nenek Balqis ingin mengadakan syukuran dan doa bersama di rumah nenek untuk memperingati ulang tahun Balqis yang ketiga. Saya sempat tidak setuju karena saya lebih memilih untuk menyumbang sesuatu ke orang yang membutuhkan, namun nenek Balqis bersikeras untuk mengadakan syukuran tersebut mengingat beberapa bulan sebelumnya Balqis sempat dirawat di rumah sakit dan sekaligus sebagai wujud syukur Balqis sudah bisa berjalan sendiri tanpa berpegangan (seperti yang diketahui, Balqis terlambat berjalan karena posturnya yang gemuk serta psikisnya yang masih belum berani melepas pegangan dari tangan orang).

Kemudian acara syukuran pun diadakan tepat pada tanggal 22 Maret 2015 di hari Sabtu, beberapa tetangga di rumah nenek diundang, mereka membaca sholawat, doa2 dan mengaji surah Yaasin bersama. Kedua bude Balqis (kakak-kakak perempuan suami saya) turut diundang dalam acara tersebut namun mereka berdua tidak bisa hadir karena ada urusan penting yang tidak bisa diwakilkan. Tetapi keesokan harinya, Balqis mendapat kejutan dari para Budenya, mereka memberikan kado kesukaan Balqis yaitu dua buah boneka dengan ukuran besar, Balqis sangat senang melihat koleksi bonekanya bertambah, apalagi salah satu bonekanya adalah boneka Hello Kitty kesukaan Balqis.

Terimakasih Nenek yang sudah capek - capek nyiapin syukuran buat ultah Balqis, terimakasih Abi untuk doa yang ga pernah putus buat Balqis, dan terimakasih Bude Rini dan Bude Heni untuk boneka yang lucu - lucu... Doain Balqis panjang umur, sehat, banyak rizki dan jadi anak Sholehah yaaaa....

Selasa, 15 September 2015

Nebulizer membawa petaka



Beberapa waktu yang lalu Balqis sempat terserang flu berkali - kali, saya tidak ingin Balqis terus menerus minum obat maka saya coba menggunakan nebulizer untuk mengencerkan dahak di tenggorokannya. Balqis sudah terbiasa melihat saya menggunakan nebulizer saat asma saya kambuh sehingga saat dia diminta untuk menggunakannya juga, dia tidak keberatan. Awalnya saya mewanti - wanti dia untuk menutup mulutnya saat menggunakan nebulizer, karena berdasarkan informasi yang saya baca efek samping dari pemakaian nebulizer adalah sariawan ( tumbuhnya jamur di rongga mulut) tetapi Balqis kurang bisa patuh saat diminta untuk menutup mulut terus menerus, mungkin dia bosan harus terdiam terus selama pemakaian nebulizer yang lumayan lama, sehingga tak jarang dia ngobrol serta mengoceh seadanya.

Hingga pada pemakaian nebulizer kedua kalinya di hari berikutnya, Balqis juga tetap dalam sikap yang sama, mengobrol, mengoceh serta enggan menutup mulutnya. Tak ayal beberapa hari berikutnya saya mulai menemukan setitik sariawan kecil di bibir bagian bawahnya, tidak hanya itu aja, di lidah sebelah kanan juga terdapat sariawan yang cukup lebar. Hal itu membuat saya sangat khawatir, Balqis mulai menolak untuk makan dan mengeluh lidahnya sakit. Saya lantas mengobatinya dengan Candystatin secara rutin dan memberinya vitamin peningkat daya tahan tubuh. Saya merasa sangat bersalah sekali saat itu, seharusnya saya bisa mencegah hal itu terjadi. Sedih rasanya melihat Balqis merengek kesakitan saat harus minum susu, dan bagaimana dia menolak saat makan dan minum air.

Alhamdulillah tidak sampai seminggu, jamur di lidah Balqis berkurang dan asupan susu dan makanannya pun kembali seperti semula.

Elsa, is that you?


Tahun 2013 sempat dihebohkan oleh film kartun Disney yang berjudul FROZEN, seperti film putri-putrian ala Disney, Frozen pun mempunyai tokoh yang sangat unik seperti Elsa (ratu dari Arandelle yang punya kekuatan es), Anna (adik Elsa, putri Arandelle yang ceria dan gegabah), Kristoff (seorang laki - laki yatim piatu yang bekerja sebagai penambang balok es), Sven (seekor rusa kutub yang merupakan sahabat Kristoff sejak kecil), Olaf (manusia salju yang diciptakan Elsa berdasarkan pengalaman masa kecilnya dengan Anna) dan yang terakhir adalah Hans (Pangeran licik yang nyaris menikahi Anna dan membunuh Elsa).

Yang jadi daya tarik tersendiri dari film ini adalah tokoh utamanya yaitu Elsa yang mempunyai rambut pirang panjang terkepang dengan gaun biru berlayer putih bening ala es. Serta Original Soundtrack dari film ini juga mampu menghipnotis anak - anak kecil untuk menghafal dan menirukan gerakan Elsa saat menyanyikan salah satu lagu yang amat fenomenal berjudul Let It Go.

Balqis pun tidak mau ketinggalan...

berawal dari mendengar lagunya, kemudian saya downoadkan video klip lagu tersebut di You tube dan saya simpan video tersebut di PC tablet Balqis, tak ayal hampir tiap hari Balqis menonton video tersebut sembari menirukan gaya si Elsa. Tak cukup sampai disitu, rambutnya yang mulai panjang pun dia minta untuk dikepang ala Elsa. Selain itu juga dia meminta baju (gaun) sama seperti yang dipakai Elsa. Untuk permintaannya yang terakhir inilah saya cukup kesulitan. Bukan karena harganya yang lumayan mahal, tapi karena ukuran gaunnya yang membuat saya ketar - ketir, mengingat postur tubuh Balqis yang lebih besar dari anak seusianya. 

Kebetulan saya sempat melihat gaun ala Elsa dipajang pada manekin di suatu baby shop, iseng - iseng kemudian saya liat dan saya tanyakan ukurannya. Saya pun mengambil ukuran paling besar yaitu 140 (setara dengan anak 7 tahun) dan sambil harap - harap cemas muat atau tidak di tubuh Balqis.

Sepulangnya dari toko, langsung saya pakaikan pada Balqis, dia pun tersenyum senang dan sambil malu - malu mulai memutar video lagu Let it go sembari bergaya ala Elsa. Keesokan harinya dia minta dipakaikan lagi gaun tersebut ke rumah nenek, nenek pun kaget karena Balqis aneh - aneh permintaannya. Dan dengan gaun tersebut kemudian Balqis bermain bersama sepupu - sepupunya di rumah nenek.


Kamis, 04 Desember 2014

Selamat Ulang Tahun Mas Dimas!!


Minggu tanggal 30 November kemarin, Balqis mendapat undangan pesta ultah kakak sepupunya yang bernama Dimas, dia adalah anak dari kakak perempuan suami saya. Senin paginya seperti biasa, saya selalu harus membujuk Balqis terlebih dahulu untuk bangun dan segera mandi. Dan pagi itu saya membujuk dia dengan mengatakan bahwa nanti sore kita akan pergi ke pesta ulang tahun Mas Dimas, saya bilang nanti Balqis akan ketemu banyak balon dan banyak kakak - kakak yang lain. Benar saja, mendengar kata "balon" Balqis langsung bergerak dan berdiri kemudian segera minta untuk dimandikan. Sepanjang jalan ke rumah mama, Balqis selalu saja bertanya "umma, Imas? (dimas?)" dia pikir akan pergi ke utah Mas Dimas saat itu juga, lalu saya jelaskan "iya nanti cin sepulang sekolah, abis dari rumah nenek nanti kita ke mas Dimas ya" dan dia pun mengerti.

Sepulang kerja saat saya menjemput Balqis dari rumah mama, dia pun mengulang pertanyaan yang sama dengan tadi pagi "umma, Imas?' Sepertinya dia sangat bersemangat hadir di pesta ultah mas Dimas. Sesampainya di rumah dia langsung minta mandi, padahal undangannya jam 4 sore dan saat itu baru jam setengah 3. Saya pun merayunya dan menyibukkannya dengan hal lain agar dia tidak terlalu buru - buru dan merengek minta segera mandi dan pergi ke pesta ultah mas Dimas.

Setelah semua siap dan rapi, Balqis juga sudah berpakaian lengkap dengan aksesorisnya, kita pun pergi ke rumah mas Dimas. Sesampainya disana mood Balqis yang tadinya excited jadi turun, ini karena dia melihat Mas Soni (kakak Mas Dimas) yang memang setiap bertemu dengan Mas Soni, Balqis selalu salah tingkah dan malu - malu. Bahkan saat memberikan kado kepada mas Dimas, dia yang biasanya terihat akrab dengan Mas Dimas lantas hanya terdiam dan enggan untuk dicium pipinya. Sepanjang acara Balqis hanya duduk diam dengan Abinya, tetapi cukup lancar untuk menghabiskan semangkok bakso yang dihidangkan. Setelah acara selesai Balqis menunjuk balon yang ada di langit - langit dan tembok. Dan Bude Rini (ibu Mas Dimas) kemudian memberikan seikat Balon warna - warni kepadanya. Balqis lamntas tersenyum senang dan memegang balon tersebut selama di rumah Bude Rini.  Selain itu Balqis juga melahap habis potongan kue ultah yang dipenuhi coklat pemberian Bude Rini, untuk yang satu ini saya harus turun tangan untuk mencegah dia memakan lebih banyak coklat. Andai saat itu Balqis sudah lancar bicara, pasti dia akan berkata "doa Balqis kepada Mas Dimas semoga makin sholeh dan pinter juga sayang sama keluarga ^_^"

By the way.... Happy Birthday Mas Dimas...... wish you all the best yaaaa!!!

tersenyum puas setelah mendapat balon warna warni



Selasa, 02 Desember 2014

This Lady is a Future Gamer


Sama halnya dengan balita lain, Balqis cenderung meniru apa yang orang tuanya lakukan, salah satunya meniru kebiasaan main game yang sering saya lakukan di waktu senggang. Awalnya Balqis main game yang ada di laptop saya, karena salah satu tuts di keyboard laptop sudah jadi "korban" akhirnya saya mempunyai ide untuk membelikan Balqis sebuah pc tablet khusus dia untuk bermain game. Balqis terlihat senang sekali memiliki pc tablet tersebut, saya lantas mendownload beberapa game khusus balita di playstore dan mengajak Balqis bermain bersama.
Balqis memang tidak pernah saya ajari secara khusus untuk bermain game tertentu, yang biasa dia lakukan adalah memperhatikan dan mengingat apa yang saya lakukan selama bermain game dengannya. Dan ternyata justru dari kebiasaannya melihat dan bermain bersama saya, dia jadi fasih bermain beberapa game bahkan mampu menyelesaikan puzzle khusus balita hingga ke level yang paling sulit.


Saya pribadi tidak memaksa dia untuk bisa, tetapi saya biarkan dia bermain sesuai kemampuan dia dan semau dia, bila dirasa sudah bosan atau lelah dia akan berhenti dan langsung tiduran sambil minta susu. ^_^ Mungkin setelah "otaknya diperas" dia langsung kelaparan dan lelah. Saya juga membatasi frekuensi dia bermain game karena saya tidak ingin merusak kondisi matanya hingga menjadi minus seperti saya. Saya berharap kegemarannya bermain game di usia balita seperti saat ini bisa berdampak positif pada kemampuan motorik maupun afektifnya, karena seperti yang saya baca di internet, game bisa melatih konsentrasi dan koordinasi bagi anak. Yah semoga saja dengan ini Balqis bisa meningkatkan kecerdasannya dan kemampuan nalarnya.


Asisten Mbak Sum


Balqis sangat suka memainkan pakaian atau lembaran kain, setiap menemukan ada pakaian tergeletak dia selalu bertingkah seolah melipat, menata dan merapikan pakaian tersebut. Apalagi saat saya membelikannya pakaian baru, begitu dia melihat pakaian itu masih terbungkus, dia sangat bersemangat untuk membuka dan melihatnya secara detail. Sambil berkata "bagus" dia lantas menempelkan pakaian baru tersebut ke tubuhnya seraya bertanya "umma, ukup? (cukup)" Bisa jadi dia meniru kebiasaan saya yang mengukur pakaian baru ke badan Balqis, maklum saja badannya kan agak sedikit jumbo ^_^
Kebiasaannya memainkan pakaian juga terjadi saat saya membereskan jemuran dan merapikannya di keranjang untuk disetrika oleh mbak Sum (pembantu saya). Balqis selalu terlibat aktif menata cucian tersebut, hal ini juga terjadi saat mbak sum menyetrika pakaian, Balqis selalu duduk manis di belakangnya sambil sibuk menata pakaiannya sendiri untuk disetrika mbak Sum. Tetapi saya selalu mengawasi gerak gerik Balqis, saya tidak ingin tiba - tiba dia terkena setrika panas, selain itu juga saya mengawasi dia karena tidak jarang dia "menata" kembali pakaian yang sudah rapi disetrika oleh Mbak Sum, sehingga pakaian - pakaian tersebut kembali kusut dan Mbak Sum harus kembali menyetrikanya lagi.

sibuk dengan setumpuk cucian di belakang Mbak Sum

Senin, 17 November 2014

Meet the Gank!

nonton video Moymoy Palaboy bersama Rey, Ilham, dan Nisa
Seperti layaknya anak - anak, Balqis juga memiliki teman sepermainan. Mereka adalah sepupu - sepupu Balqis yang tinggal dengan nenek atau berdekatan dengan nenek. Hampir tiap hari Balqis bermain dengan mereka, dan hampir tiap hari juga saya mendapat laporan tentang tingkah Balqis yang agak menjengkelkan. Balqis tergolong anak yang pelit (saat itu) dan cenderung pilih - pilih teman bermain. Misalnya saja saat dia membawa mainan atau boneka ke rumah nenek dan sepupunya ingin meminjam mainan tersebut, Balqis serta merta menolak sembari cemberut dan mengomel dengan bahasanya sendiri. Dari situlah biasanya berlanjut menjadi sebuah pertengkaran kecil, dimana si sepupu ikutan marah karena tidak terima kemudian mereka saling memukul dan mencubit. 

Memang kebanyakan Balqislah yang memulai semuanya, sifat pelitnya itu tak sebanding dengan rasa ingin menguasai atas apa yang ada di rumah nenek, yang tentu saja hal itu juga menjadi milik sepupu - sepupunya. Sebenarnya Balqis bisa berbagi, hanya saja dia masih pilih - pilih dengan siapa dia harus berbagi. Anak yang sering bermain nyaris tanpa pertengkaran adalah Mbak Nisa, anak perempuan kakak saya. Mungkin dari segi umur yang lebih tua membuat Mbak Nisa lebih sering mengalah pada sikap Balqis yang kadang tidak adil baginya.

Berpose bersama Nisa dan Fia
Berbeda dengan Mbak Fia, anak perempuan dari kakak pertama saya. Balqis masih sering bertengkar dengan Mbak Fia, hal ini dikarenakan mereka masih sama - sama egois dan kurang bisa berbagi. Meski kadang memang lebih sering Balqis yang membuat ulah dan membuat Mbak Fia geram. Berikutnya adalah Kakak Ifan, anak pertama kakak perempuan saya, kakak dari Mbak Nisa. Kakak (seperti biasa Balqis memanggilnya) adalah the most favorite person of Balqis, bagaimana pun emosi Balqis saat itu, setiap dia bertemu dengan Kakak, dia pasti akam tersenyum malu - malu. Hal ini tidak berlaku bagi Ilham (biasa dipanggil Abang oleh Balqis), Ilham adalah adik dari Ifan yang bila boleh saya sebut adalah "musuh" terbesar Balqis. Sebenarnya bukan soal siapa menggoda siapa, tapi lebih kearah perbedaan sifat mereka yang terlalu mencolok. Balqis cenderung diam dan berperilaku halus namun judes, sedangkan Ilham sangat aktif dan cenderung gemas pada berbagai hal (termasuk Balqis) sehingga kadang perilaku Ilham membuat Balqis ketakutan. Tapi itu tidak lantas membuat Balqis berhenti bersikap ketus pada Ilham, dan bila dibalas secara fisik oleh Ilham, yang bisa Balqis lakukan hanya menangis.

Selanjutnya ada Mas Dzikri, adik laki - laki Mbak Fia yang lahir selisih 8 hari dengan Ilham. Masih kurang jelas bagaimana posisi Mas Dzikri dalam pertemanan Balqis, sekutu atau musuh. Karena terkadang mereka bermain bersama dengan akur tapi beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan entah Balqis ataupun juga Dzikri. Yang jelas mereka masih sering main bersama walaupun tetap saja dengan sikap Balqis yang pelit. Selain itu ada juga Adek Rey, anak perempuan sepupu saya yang lebih tua 2 tahun dari Balqis. Kenapa Balqis memanggil dia dengan sebutan Adik? Karena menurut aturan budaya Jawa, anak akan mengikuti urutan silsilah orang tuanya. Misalnya sepupu saya itu, dia lebih tua 3 tahun dari saya tapi memanggil saya Mbak, karena ayahnya adalah adik dari ayah saya. Begitu juga dengan Balqis yang dipanggil Mbak oleh Rey meskipun usianya lebih muda. Rey sebenarnya terhitung jarang bermain dengan Balqis karena rumahnya yang lumayan jauh dari rumah nenek, sekalinya bermain pasti lebih sibuk bermain dengan Mbak Fia dan Mbak Nisa yang seusia dengannya daripada bermain dengan Balqis yang masih Balita.

Belajar narsis bersama Fia dan Dzikri
Saya berharap kedepannya nanti Balqis bisa mengurangi kadar pelit dan juteknya karena saya tidak ingin Balqis dijauhi oleh teman bermainnya karena perilakunya yang kurang menyenangkan tersebut. Dan semoga saja pertemanan mereka akan terus akrab dan tidak ada lagi pertengkaran baik kecil maupun besar hingga mereka dewasa nanti.